Akulah sang mentari
yang menerangimu
memiliki indahnya sosok
yang tak dimiliki orang lain
Akulah sang pucuk
memiliki mahkota menebarkan wangi
bergoyang bersama tangkai
selalu menghibur hari lukamu
Akulah sang pemilik jiwa suci
selembut kalbu
semua curahmu
kau tuangkan padaku
Dulu...
Semua katamu dahulu
Mentari, bunga, kebaikanku
Hanyalah dahulu
Sekejap hilang ingatanmu
Hanya dapatku termangu
meneteskan air perih yang kau buat
Kasihku tak ada jawaban
Tak apa
Tak mengapa
Inilah aku kenangan dahulumu